ABK KM Cemara Nusantara 6 Terjatuh di Sungai Barito, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

Jumat, 01 Mei 2026, 15:33 WIB Last Updated 2026-05-01T07:37:29Z
---

 


PENCARIAN ABK - Informasi ABK KM Cemara yang tenggelam di Sungai Barito dekat Pelabuhan Trisakti Banjarmasin direspons Tim SAR Gabungan yang kini melakukan pencarian, Jumat (1/5/2026) pagi. (foto:istimewa)


REPORTASEINDONESIAN.COM, BANJARMASIN,  – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin melakukan operasi SAR terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang dilaporkan terjatuh dan hilang di perairan Sungai Barito, tepatnya di kawasan Pelabuhan Trisakti, Jumat (1/5/2026) dinihari. 


Korban bernama Prasetyo Adi Wibowo (24), warga Temanggung, Jawa Tengah, yang merupakan ABK KM Cemara Nusantara 6. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terpeleset saat hendak naik ke atas kapal pada Kamis malam sekitar pukul 20.30 Wita.


Teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat korban dengan cepat hilang dari pandangan dan tenggelam.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Banjarmasin langsung mengerahkan tim rescue berjumlah tujuh personel pada Jumat pagi pukul 05.30 Wita. Tim bergerak menuju lokasi melalui Dermaga SAR Basirih menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 01.


Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Banjarmasin, Pos TNI AL, Polairud Polres setempat, BPBD Kota Banjarmasin, Polsek Pelabuhan, tim water rescue, serta dukungan dari kru kapal KM Cemara Nusantara 6.


Dalam upaya pencarian, tim dilengkapi peralatan seperti Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah air, serta perlengkapan selam dan alat water rescue lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan, tim saat ini fokus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.


“Tim gabungan terus melakukan pencarian dengan memaksimalkan peralatan yang ada, termasuk pemindaian bawah air. Jika memungkinkan, pencarian akan dilanjutkan dengan penyelaman,” ujarnya.


Dia menambahkan, meskipun kondisi cuaca relatif cerah, faktor arus sungai tetap menjadi perhatian dalam proses pencarian korban.


Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pekerja di wilayah pelabuhan agar selalu mengutamakan keselamatan kerja. Penggunaan alat pelindung diri seperti life jacket dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa tersebut.


Sampai berita ini diturunkan, korban masih dalam status Dalam Pencarian (DP). Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dengan memperluas area pencarian mengikuti arah arus sungai.


Pihak keluarga korban juga telah menerima informasi terkait perkembangan operasi, sementara seluruh unsur yang terlibat tetap bersiaga untuk melanjutkan proses pencarian dan diharapkan segera ditemukan.


Penulis : Arsuma

Editor : Mercurius

Komentar

Tampilkan

Terkini