​Rumah Bahari Disewa Penjual Nasi Kuning Terbakar usai Sholat Subuh di kawasan Komplek DPR Banjarmasin


 BANGUNAN LUDES - Roni Penyewa rumah Bahari yang terbakar, saat menunjukkan ludesnya bangunan di Jalan Bandarmasih Komp DPR Banjarmasin Barat, yang terjadi Selasa (20/10/2026) dinihari. (foto:Arsa). 

REPORTASEINDONESIAN.COM

BANJARMASIN - Kebakaran terjadi di kawasan Komplek DPR, Jalan Bandarmasih RT 31, RW 03 Kelurahan Belitung Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat, Selasa (20/10/2026) dinihari sekitar pukul 05.15 WITA. Akibat kebakaran di seberang sungai itu menghanguskan satu rumah Bahari terbuat dari ulin yang disewa penjual nasi kuning. 

Sementara rumah yang terdampak atap bangunan kos-kosan juga milik Mila (60), warga Jaan Sungai Andai Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara. Sementara salah satu dari delapan kios rumah Bahari yang diletakkan itu bernama Roni (51) yang nampak membersihkan kayu arang bekas banguna terbakar. 

Dinihari itu pihak relawan Pemadam kebakaran (Damkar) sigap mendengar ada informasi kebakaran. Musibah dari si jago merah itu tidak sempat meli luas karena samping belakang rumah L berpagar beton dan rumah semen. 

Begitu pula bagian belakang, walaupun rumah beton kos-kosan yang berukuran satu bangunan, namun api sempat menjilat bagian atapnya. Karena dekat dengan Sungai setempat, pihak damkar tidak kesulitan saat melakukan pemadaman. 

Mengenakan baju kaos warna kuning, Roni yang biasa berjualan nasi kuning dan lontong kaget saat dihubungi anak kos. "Salah saru kios di rumah itu saya yang sewa dan MCBnya selalu saya matikan," ucapnya kepada Barito Post. 

​Roni menambahkan warung itu biasanya buka dari pagi hingga pukul 12.00 WITA siang. "Jadi sebagian kios yang ada listrik tiketnya sudah saya matikan, dan saya pun memasak nasi kuning dan lontong di rumah dan bukan di lokasi kejadian memasak jualan itu," ungkapnya. 

​Dengan demikian warung atau rumah tua itu saat kebakaran dalam kondisi kosong. Karena memang aktivitas hanya pagi hingga siang.  "Penyebab kebakaran belum diketahui past karena listrik juga sudah dipadamkan, "ujar Roni. 

Dia pun kasihan kepada Mila selalu pemilik rumah Bahari itu, karena banguna bentuk L itu ludes tidak ada yang tersisa. " Kalau saya hanya beberapa peralatan warung (seperti piring dan gelas) ludes terbakar,"terang Roni. 

Selanjutnya ia berencana untuk membersihkan puing-puing terlebih dahulu sambil kembali menumpang berjualan nasi kuning lontong di sekitar lokasi yang halamannya cukup luas. "Saya masih bisa jualan di halaman ini, namun maj minta izin dulu sama bu Mila,"pungkas Roni. 


Penulis : Arsa

Editor : Suyi 

suma08
suma08 Terus berproses, semoga berkah