![]() |
| Selat Hormuz |
REPORTASEINDONESIAN.COM, AS - Iran dan Amerika Seris masih berproses perundingan damai. Mengutip Al Jazeera, Presiden AS Donal Trump menyebut, ia menginstruksikan timnya untuk tidak perlu terburu-buru dalam mencapai kesepakatan dengan Iran.
Baca Juga: Raih Prestasi, Al Mazaya Islamic School Wisuda 114 Peserta Didik di Banjarmasin
Trump juga mengatakan, sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan dan kini tinggal menunggu finalisasi antara AS, Iran, dan berbagai negara lain.
Para pejabat Iran mengonfirmasi, negosiasi sedang berlangsung dan beberapa kemajuan telah dicapai.
Namun, sebuah sumber Iran mengatakan kepada Ali Hashem dari Al Jazeera bahwa ada tanda-tanda kemunduran AS pada dua isu utama, yakni mekanisme pencairan asset Iran dan cakupan gencatan senjata di Lebanon.
Selat Hormuz dan program nuklir Iran juga tampaknya masih menjadi poin yang diperdebatkan.
Baca Juga: Raih Prestasi, Al Mazaya Islamic School Wisuda 114 Peserta Didik di Banjarmasin
Lalu, apa saja yang mungkin termasuk dalam usulan kesepakatan gencatan senjata Iran?
Menurut seorang pejabat AS kepada Axios, kesepakatan antara Iran dan AS akan mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, di mana Selat Hormuz akan dibuka kembali.
Di samping itu, Iran dapat menjual minyak secara bebas, dan pembicaraan mengenai pembatasan program nuklir Iran akan digelar.
Iran juga akan setuju untuk membersihkan ranjau yang telah dipasang di selat tersebut serta tidak mengenakan bea masuk pada kapal.
Baca Juga: Raih Prestasi, Al Mazaya Islamic School Wisuda 114 Peserta Didik di Banjarmasin
Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran yang telah berlaku sejak 13 April.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan kesepakatan itu dapat
mewujudkan Selat Hormuz yang sepenuhnya terbuka tanpa pungutan tol jika
berhasil. (*)
