HUJAN DERAS – Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Senin (24/8/2026) sore, setelah Kalsel dilanda cuaca panas dan karhutla. Warga menyambut turunnya hujan dengan gembira. (foto:istimewa)
REPORTASEINDONESIAN.COM, BALANGAN – Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026) sore, menjadi kabar menggembirakan bagi warga setelah wilayah Kalsel dalam beberapa waktu terakhir dilanda cuaca panas dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hujan turun sekitar pukul 17.00 WITA dan berlangsung cukup deras disertai angin kencang. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan genangan air di beberapa ruas jalan.
Bagi warga Halong, turunnya hujan menjadi momen yang dinanti setelah panas ekstrem membuat kondisi lingkungan terasa kering. Namun, di tengah kegembiraan tersebut, hujan deras juga membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang terbatas dan sejumlah ruas jalan menjadi licin.
Berdasarkan rekaman video amatir warga yang beredar di media sosial Facebook @wargabanuanews, terlihat hujan turun dengan intensitas tinggi dari dalam kendaraan. Wiper mobil terus bergerak menyapu derasnya air hujan dari kaca depan, sementara jarak pandang pengemudi terlihat terbatas.
Di salah satu ruas jalan, sebuah batang pohon berukuran cukup besar tumbang melintang dan nyaris menutup akses kendaraan.
Sejumlah kendaraan, termasuk truk bak terbuka, terlihat melintas secara perlahan dengan lampu hazard menyala. Pengendara harus berhati-hati menghindari pohon tumbang serta genangan air di badan jalan.
Lampu lalu lintas di lokasi juga tampak menyala kuning. Kondisi jalan yang licin dan digenangi air membuat arus kendaraan harus bergerak lebih pelan.
Hujan deras juga dilaporkan terjadi di Desa Kundil, Kecamatan Halong.
Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berada di wilayah tersebut mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Halong sekitar satu jam.
“Untuk hujan lebat memang terjadi di Halong sekitar satu jam, sedangkan di Paringin hanya gerimis,” singkatnya saat dihubungi melalui telepon.
Turunnya hujan di Halong juga memunculkan harapan warga di wilayah lain di Kalsel yang hingga kini masih menunggu datangnya hujan.
Suma, warga Sungai Lulut, mengaku ikut berharap hujan deras segera bergeser ke wilayah tempat tinggalnya. Menurutnya, hujan sangat dibutuhkan setelah cuaca panas berlangsung cukup lama dan sejumlah wilayah Kalsel menghadapi persoalan karhutla serta kabut asap.
“Semoga hujannya bergeser ke sini juga. Sudah lama menunggu hujan, mudah-mudahan bukan hanya Halong yang dapat,” ujar Suma.
Harapan serupa juga dirasakan warga di sejumlah wilayah Kalsel yang masih menghadapi kondisi panas dan kering. Hujan di tengah situasi tersebut diharapkan dapat membantu membasahi lahan serta mengurangi potensi munculnya titik api.
Namun, hujan deras yang disertai angin juga perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan pohon tumbang maupun gangguan terhadap pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari BPBD Kabupaten Balangan terkait jumlah pohon tumbang maupun dampak lain akibat cuaca ekstrem tersebut.
Warga diimbau berhati-hati saat berkendara ketika hujan deras dan menghindari berteduh di bawah pohon, terutama saat disertai angin kencang.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penanganan terhadap pohon tumbang yang mengganggu akses jalan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Penulis: Arsa
Editor: Suyi


