Himpun Pengusaha hingga Mantan Petinggi Kejati, ORI Kalsel Dilantik dan Gelar Donor Darah



JAJARAN PENGURUS - DPP dan jajaran pengurus DPD ORI Kalsel foto bersama usai pelantikan, Sabtu (26/9/2026) siang. (foto:istimewa) 

REPORTASEINDONESIAN.COM 

BANJARMASIN – Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalimantan Selatan resmi dilantik dengan komposisi pengurus lintas profesi, mulai dari pengusaha, advokat senior, pensiunan kepolisian, mantan petinggi Kejaksaan Tinggi Kalsel, hingga tokoh LSM.

Pelantikan yang digelar Sabtu (26/9/2026) tersebut dirangkai dengan kegiatan donor darah sebagai wujud awal pengabdian kepada masyarakat. Prosesi diawali secara khidmat dengan penyerahan Pataka ORI dari Pengurus DPP kepada Pembina ORI Kalsel H. Junaidi untuk selanjutnya diserahkan kepada Ketua DPD ORI Kalsel Sulkan, SH, MM.

Keragaman latar belakang menjadi kekuatan ORI Kalsel dalam mengawal kepentingan masyarakat sekaligus membangun jejaring rakyat di daerah.

Di jajaran pembina ada H. Junaidi yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus pemerhati persoalan masyarakat. Ada advokat senior Bujino A Salan, SH, MH, dan H. Rachmat Fadillah, SH, pensiunan kepolisian.

Dari kalangan penegak hukum, ORI Kalsel diperkuat Ahmad Yani, SH, MH, mantan Wakil Kepala Kejati Kalsel, dan Zulhadi, SH, MH, mantan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalsel yang kini berprofesi sebagai advokat.

Sementara dari unsur organisasi kemasyarakatan ada Ketua KAKI Kalsel H. Akhmat Husaini, SH, MA, dan Wakil Ketua DR Murjani yang sarat pengalaman di birokrasi kesehatan dan kini aktif sebagai Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalsel. Ketua DPD ORI Kalsel sendiri, Sulkan, SH, MM, berasal dari kalangan birokrat berpengalaman.

Hadir juga advokat senior dari KAI Kalsel Zakaria S Sos SH MH. Termasuk Poegoh Prijambada SH MH, mantan birokrat berpengalaman yang mengurus bidang perburuhan. 


SERAHKAN PATAKA - Sekjen ORI Ferri Nuzarli saat menyerahkan Pataka kepada  Ketua Pembina DPD ORI Kalsel H Junaidi, Sabtu (26/9/2026). (foto:istimewa) 

Ketua DPD ORI Kalsel Sulkan, SH, MM, mengatakan ORI tidak hanya membangun struktur, tetapi menjadi wadah bagi berbagai elemen untuk berkontribusi sesuai keahliannya.

“ORI ini siap diberdayakan dan siap memberdayakan. Diberdayakan oleh pemerintah dan siap memberdayakan rakyat,” kata Sulkan.

Ia menargetkan dalam 100 hari pertama akan membentuk DPC di 13 kabupaten/kota se-Kalsel serta membentuk sayap organisasi untuk memperluas pengabdian.

Dewan Pembina ORI Kalsel H. Junaidi mengatakan keberagaman profesi menjadi modal penting untuk membantu menjawab persoalan masyarakat, tidak berhenti pada seremonial.

“Dengan terbentuknya ORI di Kalsel, kita semakin memaksimalkan fungsi untuk membantu menyelesaikan masalah. Yang penting bagaimana organisasi ini bisa memberikan manfaat,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal DPP ORI Ferri Nurzarli, SE, SH, menegaskan ORI dibangun dengan semangat pengabdian dan akan menjadi mitra kritis pemerintah.

“Kita akan mengawal seluruh kebijakan pemerintah terhadap rakyat. Kalau memang ada kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, maka ORI akan mengaspirasikan suara-suara rakyat untuk ikut menyelesaikan permasalahan,” tegasnya.

Selain advokasi, ORI juga menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai perhatian. Sulkan menyebut Kalsel memiliki puluhan ribu pelaku UMKM yang perlu pembinaan masif dan ORI siap membuka ruang kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha.

Dengan komposisi lintas profesi, ORI Kalsel diharapkan mampu menerjemahkan keberagaman menjadi kerja nyata, bukan sekadar daftar nama. Slogan ORI Bersatu, ORI Bergerak, Berjuang untuk Rakyat Indonesia diharapkan menjadi pijakan pengabdian di tengah masyarakat 


Penulis Arsa 

Editor Suyi


suma08
suma08 Terus berproses, semoga berkah