ANTUSIAS SAMBUT PIALA DUNIA – Sejumlah pelanggan Warung Kai Adi di Jalan Kolonel Sugiono/Pekapuran B, Banjarmasin Tengah, ramai memperhatikan jadwal pertandingan Piala Dunia yang terpampang di dinding warung. Beragam prediksi dan dukungan kepada tim favorit mulai mewarnai obrolan warga menjelang pesta sepak bola dunia. (foto:Suyi )
REPORTASEINDONESIAN.COM, BANJARMASIN – Demam Piala Dunia mulai terasa di Kota Banjarmasin.
Meski pertandingan pembuka belum digelar, suasana antusias menyambut turnamen sepak bola terbesar di dunia itu sudah terlihat di sejumlah warung kopi dan tempat nongkrong warga, khususnya di kawasan Pekapuran B, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Salah satu yang paling mencolok terlihat di Warung Kai Adi, Jalan Kolonel Sugiono.
Warung yang telah lama menjadi tempat berkumpul warga itu kini dipenuhi obrolan seputar Piala Dunia, mulai dari prediksi pertandingan, peluang juara hingga perdebatan mengenai kekuatan masing-masing negara peserta.
Pemilik warung, Kai Adi (76), bahkan telah memasang poster jadwal lengkap Piala Dunia berukuran sekitar dua meter yang dibelinya seharga Rp75 ribu. Poster tersebut menjadi pusat perhatian para pelanggan yang datang silih berganti sambil menikmati kopi, teh hangat dan berbagai makanan ringan.
"Kalau ulun tetap menjagokan Spanyol dan Portugal. Mudahan salah satu bisa juara," ujar Kai Adi.
Menurutnya, setiap kali Piala Dunia digelar, suasana warung selalu berubah lebih ramai dibanding hari biasa. Obrolan yang biasanya membahas pekerjaan, kondisi kampung hingga politik, kini bergeser menjadi diskusi sepak bola.
Di antara pelanggan yang asyik berdiskusi, Bidik (61) mengaku masih kecewa karena Tim Nasional Italia kembali gagal tampil di Piala Dunia.
Absennya Gli Azzurri untuk beberapa edisi terakhir membuat dirinya kehilangan tim favorit."Kalau Italia ada pasti ulun dukung Italia. Karena tidak ikut lagi, kali ini ulun pegang Perancis dan Argentina," katanya.
Berbagai prediksi pun bermunculan. Ada yang menjagokan Argentina, sebagian memilih Perancis, sementara yang lain yakin Portugal, Spanyol atau Jerman mampu berbicara banyak. Layaknya analis sepak bola dadakan, warga saling menyampaikan pendapat dengan gaya khas warung kopi yang santai dan penuh canda.
Warung Kai Adi sendiri buka mulai pukul 17.00 Wita hingga sekitar pukul 03.00 Wita dini hari.
Selama bertahun-tahun, tempat tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi berkumpul warga Pekapuran dan para pengunjung yang melintas di kawasan itu.
Tak jauh dari sana, di seberang jalan, terdapat warung lain yang juga menjadi tempat favorit warga untuk berkumpul. Warung tersebut menyediakan televisi bagi pelanggan yang ingin menyaksikan pertandingan sepak bola dan beroperasi sejak pagi hingga sekitar pukul 24.00 Wita.
Sementara sekitar 500 meter dari lokasi, Warung Jackie juga telah bersiap menyambut Piala Dunia dengan menyediakan fasilitas televisi untuk pengunjung. Warung itu buka mulai pukul 14.00 Wita hingga sekitar pukul 02.00 Wita.
Selain menjadi tempat menonton bersama, warung-warung tersebut juga menawarkan berbagai sajian khas Banjar seperti aneka kue tradisional, nasi bungkus hingga mi instan rebus yang kerap menjadi teman begadang saat menyaksikan pertandingan larut malam.
Bagi warga Pekapuran, Piala Dunia bukan sekadar pertandingan sepak bola.
Ajang empat tahunan itu menjadi momen berkumpul, mempererat silaturahmi dan menghadirkan hiburan bersama.
Bahkan sebelum bola pertama ditendang di lapangan, suasana kompetisi sudah lebih dulu terasa melalui berbagai prediksi dan perdebatan ringan yang menghangatkan warung-warung kopi di kawasan tersebut.
Penulis/Editor : Suyi
