PASCA KEBAKARAN - Api menghanguskan lima rumah warga dan 18 ruangan MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin di Jalan S. Parman, Gang Kalimantan I, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu (3/6/2026) jelang Subuh. (foto:ars)
REPORTASEINDONESIAN.COM, BARITO – Musibah kebakaran yang terjadi menjelang waktu Subuh di kawasan padat penduduk Jalan S. Parman Gang Kalimantan I RT 01, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 04.30 WITA, menghanguskan lima rumah warga serta 18 ruangan MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin.
Kobaran api yang muncul saat sebagian warga tengah bersiap melaksanakan salat Subuh itu dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Lokasi permukiman yang berhimpitan membuat si jago merah sulit dikendalikan pada menit-menit awal kebakaran.
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan paling parah adalah milik Abriansyah (49), yang diduga menjadi titik awal munculnya api. Bangunan rumahnya ludes tanpa tersisa.
"Saya terbangun sekitar pukul 04.00 WITA karena mendengar suara warga memukul tiang listrik sebagai tanda bahaya. Saat itu saya sempat ke kamar mandi dan belum melihat adanya api. Setelah kembali tidur, sekitar setengah jam kemudian terdengar teriakan warga dan api sudah berkobar besar. Saya langsung menyelamatkan diri bersama anak-anak," ujar Abriansyah yang mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran.
Dari rumah tersebut, api kemudian merembet ke rumah milik Diansyah (58) alias Edot. Rumah yang terbakar itu merupakan warisan orang tuanya, Bakran, dan ditempati bersama anggota keluarganya.
Kobaran api terus menjalar ke rumah milik Fauzi yang merupakan ipar Edot, kemudian ke sebuah rumah kosong yang telah dibeli H. Saiman. Rumah lain yang ditempati Basuni (50), yang juga merupakan bangunan milik H. Saiman, turut dilalap api.
Selain itu, bagian atap rumah milik H. Hamzah Nor dan Suriansyah juga terdampak kebakaran. Meski struktur bangunan masih berdiri, sebagian besar atap rumah habis terbakar.
"Total ada lima rumah yang terbakar dengan enam kepala keluarga terdampak. Selain itu bangunan sekolah juga ikut terbakar," kata Edot.
Kerugian tidak hanya dialami warga. Kebakaran juga melanda kompleks MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin yang berada tepat di samping permukiman.
Kepala MTs Muhammadyah 1 Banjarmasin, Ishaq S.Pd.I., M.Pd, mengatakan sedikitnya 18 ruangan terdampak kebakaran. Ruangan yang terbakar meliputi ruang kelas VII dan VIII, perpustakaan, ruang guru, laboratorium bahasa, hingga laboratorium komputer.
"Bangunan yang paling parah berada di bagian dekat masjid sekolah. Ada sekitar delapan ruangan yang hangus berat. Sementara ruangan lainnya mengalami kerusakan dan sebagian kondisinya rawan ambruk akibat terdampak panas dan kobaran api," jelasnya.
Menurut Ishaq, kebakaran tersebut terjadi saat sekolah tengah melaksanakan agenda penting, yakni ulangan kenaikan kelas bagi siswa kelas VII dan VIII.
"Seharusnya hari ini siswa mengikuti ulangan kenaikan kelas. Namun karena musibah ini, kegiatan belajar mengajar kami liburkan sementara selama tiga hari. Untuk pelaksanaan ujian nantinya akan dipindahkan ke dalam masjid dengan penyekatan ruangan sementara," ujarnya.
Puluhan unit pemadam kebakaran dari berbagai barisan pemadam dan relawan emergency dikerahkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikuasai sehingga tidak merembet lebih luas ke permukiman maupun bangunan sekolah lainnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya bangunan dan fasilitas pendidikan yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan permukiman warga dan kompleks pendidikan tersebut.
Penulis : Ars
Editor : Suyi
