Erol BlackStone dan Ervin Nanzabakrie (foto Suyi )
REPORTASEINDONESIAN.COM, BANJARMASIN – Penampilan vokalis BlackStone, Erol, menjadi salah satu momen paling menyita perhatian dalam gelaran malam rock di Station Corner, Banjarmasin. Berkolaborasi dengan legenda rock Indonesia Ervin "Edane" Nanzabakrie, Erol berhasil membius para penonton lewat aksi panggung penuh energi yang dipadukan dengan lagu-lagu rock legendaris.
Acara yang dikemas dalam suasana makan malam itu dibuka oleh vokalis rock Banua Mifta "Judika" Koso yang langsung membakar semangat pengunjung.
Suasana kemudian semakin hangat saat Connie Dio membawakan lagu hit Setitik Air, yang mendapat sambutan meriah dari para penikmat musik.
Puncak nostalgia mulai terasa ketika Ervin Edane berduet dengan Connie Dio membawakan lagu Cinta Kita, tembang yang dipopulerkan Inka Christie dan Amy Search. Chemistry keduanya begitu kuat, apalagi Connie Dio diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan Ervin Edane.
Penampilan berlanjut dengan lagu Istana Menanti, yang dipopulerkan rocker Malaysia Rahim Maarof. Lengkingan vokal khas Ervin dipadukan karakter vokal Connie Dio menghadirkan nuansa rock klasik yang memukau.
Di sela-sela acara, panitia juga merayakan Hari Ulang Tahun Owner Station Corner dengan iringan lagu-lagu dari Jamrud, menambah kemeriahan suasana.
Momen yang paling ditunggu akhirnya tiba saat Erol BlackStone naik ke atas panggung untuk berkolaborasi langsung bersama Ervin Edane. Penampilan keduanya melalui lagu hits Edane membuat Station Corner bergemuruh. Para penonton larut bernyanyi bersama, sementara aksi panggung keduanya menuai tepuk tangan panjang.
Erol yang baru saja meluncurkan album bersama BlackStone dan tengah mempersiapkan perilisan single terbaru tampil percaya diri mengimbangi performa Ervin, sehingga kolaborasi tersebut menjadi salah satu sajian terbaik malam itu.
Atmosfer rock semakin sempurna ketika dua gitaris andal Banua, Hurries dari Banjarmasin dan Agus Young dari Banjarbaru, unjuk kemampuan lewat duel solo gitar yang memukau sebelum dilanjutkan dengan lagu Kau Pikir Kau Lah Segalanya (Kau Manis Kau Iblis).
Setelah sempat diselingi penampilan tamu yang membawakan lagu-lagu nostalgia, Ervin Edane menutup konser mini tersebut dengan membawakan Benci Tapi Rindu, lagu legendaris yang dipopulerkan almarhum Diana Nasution.
Karakter vokal serak dengan nada tinggi khas Ervin membuat lagu tersebut terdengar semakin emosional dan magis. Penonton pun ikut bernyanyi hingga lagu berakhir, menutup malam penuh nostalgia yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pecinta musik rock Banua.
Penulis/Editor Suyi


