RAPAT ORI - Ketua DPD ORI Kalsel, Sulkan SH, MM (kaos orange) saat memimpin rapat kedua di Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kamis (13/8/2026) siang. (foto:sum/brt)
REPORTASEINDONESIAN.COM, BANJARMMASIN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalimantan Selatan menggelar rapat kedua untuk mematangkan program dan arah perjuangan organisasi, Kamis (13/8/2026) siang.
Rapat yang berlangsung di kawasan Citraland Km 7,8, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, tersebut membahas sejumlah agenda, di antaranya penetapan mitra strategis serta rencana audiensi dengan pemerintah daerah.
Ketua DPD ORI Kalsel Sulkan SH MM mengatakan, keberadaan ORI diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan buruh.
“Fokus kami adalah kesejahteraan buruh karena ORI ini ditetapkan sebagai sayap ormas buruh. Kami juga ikut memastikan dan memperjuangkan aspirasi para pekerja. Apa saja yang diaspirasikan para pekerja akan kami rumuskan dan diperjuangkan,” ujarnya didampingi Sekretaris DPD ORI Kalsel Adv Bujino A Salan SH MH.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam rapat adalah masalah pengupahan. Menurut Sulkan, persoalan tersebut perlu menjadi bagian dari pembahasan untuk memperkuat perjuangan dan konfederasi buruh di daerah, termasuk di tingkat kota.
“Kami akan membicarakan pengupahan. Termasuk di daerah kota, pengupahan juga harus menjadi salah satu pembicaraan untuk memperkuat konfederasi buruh,” jelasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Dewan Pembina DPD ORI Kalsel H Junaidi serta Wakil Ketua DPD ORI Kalsel Dr Akhmad Murjani MKes SH MH.
Siapkan Audiensi dengan Pemerintah
Sulkan mengatakan, setelah rapat kedua ini pihaknya akan menyiapkan berbagai surat terkait garis perjuangan, visi dan misi organisasi. Selanjutnya, ORI Kalsel akan mengajukan audiensi dengan sejumlah mitra strategis, termasuk pemerintah daerah.
Namun, waktu pelaksanaan audiensi belum ditentukan karena akan menyesuaikan dengan agenda para pejabat daerah dan Forkopimda.
“Kami akan segera melakukan audiensi kepada mitra strategis itu. Tapi kami tidak dapat menentukan waktunya. Para pejabat daerah atau Forkopimda tentunya juga sibuk dan punya jadwal sendiri. Jadi kami menunggu siapa yang bisa ditemui,” kata Sulkan.
Sulkan yang pernah menjadi staf ahli Gubernur Kalsel di bidang pemerintahan, hukum dan politik tersebut menambahkan, audiensi nantinya menjadi kesempatan bagi ORI untuk memperkenalkan organisasi sekaligus menyampaikan visi, misi dan agenda perjuangan kepada pemerintah.
Pengukuhan Ditunda
Di sisi lain, agenda pengukuhan DPD ORI Kalsel yang sebelumnya direncanakan pada 22 Agustus 2026 juga dipastikan ditunda.
Rencana tersebut sebelumnya akan dilaksanakan bersamaan dengan peringatan HUT DPD Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalsel. Namun, hingga kini belum ditentukan jadwal baru untuk pengukuhan.
“Yang tadinya kami sepakat bersama di tanggal 22 Agustus, nanti bersama-sama dengan HUT DPD FKPWK Kalsel, terpaksa ditunda. Penundaan itu belum bisa ditentukan batas waktunya kapan nantinya,” ujar Sulkan.
Selain mematangkan agenda organisasi, DPD ORI Kalsel juga tengah menyiapkan sekretariat. Namun, lokasi sekretariat hingga kini masih dalam tahap usulan dan pembahasan.
Penulis : Arsa
Editor : Suyi


